Barang Bekas

Rabu, 08 September 2010 | Angel_Sibarani

Dunia membutuhkan lebih banyak cinta... tmn2 baca artikel iang ni iah...... cz tmn2 akan mendapatkan inspirasi ttg cinta dan kebersamaan,tmn2 juja akan bisa lebih memahami bagaimana pentingnya pengalaman hidup...
artikel ini yogie'z ambil dr salah satu kisah cerita dlm buku "Chicken Soup for the Couple's Soul"
critana keyeeeen bgt!di jamin nyesel kalo gag baca!sengihnampakgigi
takboleeitz.... tp juja muzti dipahami lho...... gag cuma di baca2 duankz.....
tarrrrriiiiiiiiiiiiikkkk maaaaaaaaaaaaang.....................ihikhik

BARANG BEKAS

Butir2 debu menari-nari dlm berkaz cahaya matahariyg mnjdi satu2nya sumber cahaya dikantor rabbi itu,Dia duduk bersandar dikursi kantornya dan mendesah sambilmengelus-elus jenggotnya.Kemudian di ambilah kacamatanya yg berbingkai kawat dan dgn linglung mengusapkannyapd kemeja flanelnya.
“jadi,” katanya,”anda telah bercerai,skrg anda ingin menikah lg dgn pemuda yg baik ini,truz apa masalahnya?
Sang rabbi menangkupkan tanganyadibawah dagunya yg kelabu dan tersenyum lembut kpdaku.
Aku ingin menjerit.Apa masalahnya?satu,kami beda keyakinan.Dua,Aku lebih tua dr dia.Tiga,dan bukan yg tdk penting dipandang dr sudut manapun-aku janda cerai!-
tp.... aku hanya memandang matanya yg cokelat lembut sambil mencoba menyusun kata2.
“Tidaklah menurut anda,” aku tergagap, “pernah bercerai sama artinya pernah dipakai?Seperti barang bekas?”
Rabbi itu bersandar kembali pd kursinya,meregangkan badan,lalu mendongakmemandang langit2,Dia mengeluz-eluz kembali jenggotnya yg menutupi dagunya itu.Kemudian dia kembali duduk biasa dan mencondongkan badanya kepadaku.
“Hmmm..... katakanlah anda haruz menjalani operasi,katakanlah anda punya pilihan antara dua dokter.Siapa yg akan anda pilih?Dokter yg baru luluz dr fakultaz kedokteran atau dokter yg sudah berpengalaman....?”
“yg sudah berpengalaman,” jawabku.
Wajahnya berkerut membentuk senyuman.”saya juga akan memilih dokter yg sudah berpengalaman,” jawab rabbi itu,kemudian dia menatapku lekat2. “Jadi dalam perkawinan ini,andalah yg sudah berpengalaman,itu bkn sesuatu yg buruk”.
“Kadang2 perkawinan cenderung melenceng.Pasangan2 terjebak dlm pusaran yg berbahaya,mereka menyeleweng dr tujuan dan membelok ke pantai2 yg penuh bahaya.Mereka sama2 tdk menyadarinya sampai bnr2 sudah terlambat.
“Pd wajah anda anda saya melihat penderitaan akibat perkawinan yg gagal,anda akan tau kapan arah perkawinan anda mulai melenceng,anda akan bertariak bila melihat batu2 besar yg menghalangi jalan anda,anda akan memberi peringatan dan menaruh perhatian,dan anda akan menjadi partner yg sudah berpengalaman,” desahnya. “percayalah itu bukan sesuatu yg buruk,sama sekali tidak buruk”. Begitulah rabbi memberi nasehat.
Dia berjalan kearah jendela dan mengintip lewat sela2 gorden. “Dengar, disini tak ada yg tau tentang istri saya yg pertama.Saya tdk merahasiakannya,tetapi saya juga tdk mengobral ceritatentang dirinya.Dia meninggal tak lama setelah kami menikah,sebelum saya pindah kesini,skrg hampir setiap malam saya sering membayangkan semua kesempatan yg saya biarkan berlalu dlm perkawinan pertama itu.saya yakin,sekarang saya bisa menjadi suami yg lebih baik bagi istri saya yg sekarang krna meninggalnya istri saya yg pertama.” rabbi pun menceritakan tentang pengalaman hidupna kpdaku.
Untuk pertama kalinya,duka dlm matanya mengandung arti.Skrg aku mengerti mengapa aku memilih datang dan berbicara dgn rabbi ini tentang perkawinan.Entah bgmna,aku merasa dia akan dpt mengajariku,atau bahkan memberiku keberanian yg kubutuhkan utk mencoba lg,utk menikah lg dan mncintai lg...
“Saya berharap anda&kekasih anda berjanji akan mnjdi partner yg berseru-seru memperingatkan bila perkawinan anda dlm bahaya.” kata sang rabbi.
Aku berjanji akan melaksanakan pesan2nya,kemudian aku beranjak pergi meninggalkan kantor rabbi itu.

Enam belas tahun telah lewat sejak rabbi itu memberikan akuw byk sekali saran&kritik,akupun akhirnya menikah dgn kekasihku.Pada suatu pagi berhujan di bulan Oktober.Dan ya,beberapa kali aku berseru-seru memperingatkanbila aku merasa kami ada dalam bahaya.Aku ingin mengatakan kpd rabby itu betapa analoginya telah berjasa kpdaku,tetapi aku tdk bisa!dia telah meninggal dunia dua tahun setelahkami menikah.Tetapi aku selalu mensyukuri hadiahnya yg tak ternilai,

“kebijaksanaan utk mengetahui bahwa SEMUA pengalaman hidup kami tdk membuat kami kurang berharga,tetapi justru lebih berharga tdk membuat kami kurang mampu utk mencintai,tetapi justru lebih mampu utk mencintai”


sumber : "Chicken Soup for the Couple's Soul"

Tags: | 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar